<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Khalwan&#039;s Weblog</title>
	<atom:link href="http://khalwan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://khalwan.wordpress.com</link>
	<description>Khal_one is Number One</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Nov 2009 16:12:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='khalwan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Khalwan&#039;s Weblog</title>
		<link>http://khalwan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://khalwan.wordpress.com/osd.xml" title="Khalwan&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://khalwan.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Keseimbangan Antara Dakwah dan Kuliah</title>
		<link>http://khalwan.wordpress.com/2009/11/12/keseimbangan-antara-dakwah-dan-kuliah/</link>
		<comments>http://khalwan.wordpress.com/2009/11/12/keseimbangan-antara-dakwah-dan-kuliah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 16:12:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>khalwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://khalwan.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana caranya untuk menyeimbangkan dakwah dan kuliah? Agar aktifitas kuliah tetep baik dan kinerja dakwah optimal. Tugas utama seorang mahasiswa adalah belajar. Hal ini perlu kita pahami bersama sebagai sebuah kewajiban yang harus dituntaskan dengan predikat memuaskan. Sebagai seorang muslim yang berdedikasi terhadap pendidikan tentu kita perlu menjadikan hal ini sebagai prioritas. Akan tetapi sebagai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khalwan.wordpress.com&amp;blog=2331310&amp;post=10&amp;subd=khalwan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em> Bagaimana caranya untuk menyeimbangkan dakwah dan kuliah? Agar aktifitas kuliah tetep baik dan kinerja dakwah optimal</em>.</p>
<p>Tugas utama seorang mahasiswa adalah belajar. Hal ini perlu kita pahami bersama sebagai sebuah kewajiban yang harus dituntaskan dengan predikat memuaskan. Sebagai seorang muslim yang berdedikasi terhadap pendidikan tentu kita perlu menjadikan hal ini sebagai prioritas. Akan tetapi sebagai seorang kader dakwah, menjaga kinerja dakwah agar tetap optimal dan konsisten juga merupakan tuntutan tersendiri, maka perlu juga perencanaan yang baik untuk menyeimbangkan kedua hal ini.   Ada hal yang unik dari keluhan yang terjadi diantara kader dakwah masa kini adalah ketika nilai sedang menurun, maka kambing hitam yang paling mudah ditunjuk adalah banyaknya aktifitas dakwah. Hal ini seakan-akan dakwahlah yang membuat nilai anda jatuh. Hey Brother open up your eyes, apakah betul dakwah yang membuat nilai turun? Jika anda percaya ini, maka anda tidak percaya janji Allah mengenai balasan akan amal yang kita lakukan, atau mungkin anda sudah cukup mengalami disorientasi dakwah sehingga anda merasa tidak bermanfaat untuk menjalankan dakwah, justru dakwah membuat anda terpuruk.  Saya bisa memahami pandangan seseorang hal ini, lalu saya bertanya kembali, apakah anda bisa menjamin tanpa aktifitas dakwah nilai anda akan meningkat. Saya pernah menantang hal ini ke salah satu kader saya, dan ternyata hasilnya ia hanya mengalami peningkatan IP sebesar 0,1 saja. Kenaikan yang tidak terlalu banyak menurut saya, dan tidak sebanding dengan meninggalkan dakwah.  Hal lain yang sering muncul berlawanan dengan kasus diatas, yakni kader dakwah yang sudah cukup frustasi dengan nilainya sehingga ia berfikir untuk tidak mempedulikan akademiknya dan hanya fokus pada aktifitas dakwah. Saya melihat kader dengan pandangan seperti ini masih sepakat dengan motto kader dakwah 1 dekade silam, yakni Kader yang IP nya 2,00 adalah mujahid, dan kader yang IP nya 3,50 adalah pengkhianat. Sebuah pandangan yang jauh dari relevan untuk diaplikasikan saat ini. Hal-hal yang perlu diperhatikan:</p>
<p>1.	Life is about mindset. Jargon ini tampak sangat nyata dan benar adanya. Jika anda berfikir bahwa bisa berdakwah secara optimal dengan tetap meraih nilai memuaskan, maka anda akan menjadikan hal tersebut kenyataan. Ini langkah penting dalam memulai keseimbangan ini, pikirkan lalu tuliskan atau lukiskan keinginan anda ini dalam secarik kertas, lalu internalisasi secara mendalam kepada hati dan pikiran anda. Salah satu kisah unik dari salah seorang mantan presiden Amerika Serikat, dimana ia menempelkan gambar white house di langit-langit kamarnya sejak ia berusia belasan tahun. Sehingga setiap pagi ketika bangun tidur ia bisa melihat gambar itu, dan beberapa tahun kemudian ia berhasil menjadi presiden. Satu lagi kisah seorang mahasiswa semester ke-6 ITB. Dia meniatkan dalam hati bahwa tidak boleh ada lagi nilai B dalam transkipnya, dan dia membuat membuat gambar untuk ditaruh di Background Desktop laptopnya. Selama satu semester mindsetnya dijaga, dan Alhamdulillah di akhir semester, hanya ada 1 nilai B dalam transkip semester 6 nya, IP 3,9 pun diraih.</p>
<p>2.	Fokus pada apa yang dikerjakan. Perjuangan melawan diri adalah ujian tersendiri bagi seorang manusia, termasuk berjuang untuk tetap fokus pada apa yang dikerjakan. Seringkali tantangan yang sering dihadapi adalah ketika anda sedang kuliah, pikiran anda pada tanggung jawab dakwah kampus, dan ketika sedang syuro (rapat) terkait dakwah kampus, pikiran anda justru tentang tugas kuliah. Disinilah terjadi diskoneksi antara tubuh dan jiwa atau separasi antara pikiran dan otak. Apa akibatnya jika dibiarkan? Akibat yang sering ditemui adalah ketidakoptimalan anda dalam melakukan segala hal. Oleh karena itu, anda bisa memulai dengan menyingkirkan hal-hal yang bisa menggangu fokus anda. Seperti ketika kuliah atau belajar, maka mobile phone bisa dinon-aktifkan atau catatan-catatan yang tidak berhubungan dengan kuliah disingkirkan. Menghilangkan hal yang tidak berhubungan dari pandangan merupakan langkah yang sangat membantu. Setelah itu maka akan lebih mudah kedepannya untuk manajemen fokus.</p>
<p>3.	Memperhatikan dan mencatat di kelas Membiasakan diri untuk memperhatikan apa yang dosen ajarkan di kelas serta mencatatan yang perlu dicatat, bisa memudahkan anda memahami perkuliahan. Kadangkala dengan hanya memperhatikan dosen sudah cukup membuat kita untuk paham sebuah mata kuliah. Selain itu, dengan mempunyai catatan pribadi terkait kuliah, maka akan memudahkan ketika dibutuhkan untuk belajar, dan kita juga jadi tidak tergantung pada catatan orang lain. 	Selain berdampak pada diri, dengan memperhatikan dosen juga berdampak pada citra seorang  kader dakwah. Dosen akan melihat bahwa ternyata kader dakwah adaah seorang mahaiswa yang rajin dan bisa menjadi teladan dalam hal akademik untuk sekitar. Sesekali bertanya jika ada yang tidak dimengerti, terkadang justru dengan bertanya, anda jadi lebih cepat mengingat suatu hal. Ketika kita sudah cukup memahami suatu mata kuliah dengan memperhatikan di kelas, maka waktu belajar di rumah atau kost untuk ujian lebih sedikit, sehingga alokasi waktu yang tadinya untuk belajar digantikan untuk kegiatan dakwah.</p>
<p>4.	Mengalokasikan waktu belajar setiap hari Alokasikan waktu belajar secara rutin setiap harinya, apakah itu di waktu pagi, siang atau malam. Tepatnya alokasi waktu khusus untuk belajar di waktu luang, belajar disini bukan mengerjakan tugas, akan tetapi betul-betul belajar, membaca atau latihan soal terkait mata kuliah tertentu.sehingga saat menjelang ujian anda tidak perlu menggunakan sistem kebut semalam yang membuat hasil ujian tidak optimal. Bisa dikatakan salah satu inti dari menyeimbangkan akademik dan dakwah adalah pada belajar rutin ini. Memang pada awalnya butuh perjuangan agar konsisten. Akan tetapi, jika sudah menjadi kebiasaan akan langsung terasa.</p>
<p>5.	Jangan menunda mengerjakan tugas Jangan pernah menunda tanggung jawab dakwah atau tugas kuliah, karena menunda sesuatu berdampak kepada agenda yang lain. Sebutlah anda menunda sesuatu pekerjaan satu hari saja, maka tugas yang anda dapat esok hari juga akan ikut tertunda. Point penting dari kenapa harus mengerjakan sebuah tanggung jawab sesegera mungkin adalah karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi esok, tantangan apa yang akan datang besok, dan tugas apa lagi yang akan diberikan kepada anda besok.</p>
<p>6.	Alokasi waktu berkegiatan dengan tepat serta memilih tanggung jawab yang sebanding dengan kapasitas diri Sesuaikan potensi anda dengan beban yang anda emban, jangan sampai berlebihan, karena beban tanggung jawab yang berlebihan akan berdampak pada efisiensi kinerja, pembunuhan karakter, dan hasil yang tidak optimal. Bersikap bijak terhadap tanggung jawabyang diberikan, terima tanggung jawab sesuai dengan diri, dan tolak tanggung jawab yang sekiranya terlalu membebani anda. Terkait jumlah tanggung jawab dalam satu waktu juga perlu diperhatikan. Setelah anda sudah memutuskan untuk menjalankan beberapa tanggung jawab dalam waktu tertentu, maka sudah menjadi tanggung jawab anda untuk memberikan yang terbaik terhadap tanggung jawab ini. Alokasikan waktu secara proposional tergantung tingkat kepentingan dan keterdesekan suatu tanggung jawab.</p>
<p>7.	Mempunyai agenda harian serta checklist catatan tugas Tools tambahan yang bisa digunakan untuk membantu keseimbangan kuliah dan dakwah adalah dengan mempunyai catatan khusus mengenai jadwal harian dan pekanan, serta to do list dan di beri tanda mana yang sudah dikerjakan. Sehingga anda bisa melihat dan merencanakan kapan akan menyelesaikan suatu tugas atau tanggung jawab tertentu.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khalwan.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khalwan.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khalwan.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khalwan.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/khalwan.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/khalwan.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/khalwan.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/khalwan.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khalwan.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khalwan.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khalwan.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khalwan.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khalwan.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khalwan.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khalwan.wordpress.com&amp;blog=2331310&amp;post=10&amp;subd=khalwan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khalwan.wordpress.com/2009/11/12/keseimbangan-antara-dakwah-dan-kuliah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a94b85b8dd18fde3aff1933f6ba1e505?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">khalwan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://khalwan.wordpress.com/2007/12/27/3/</link>
		<comments>http://khalwan.wordpress.com/2007/12/27/3/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Dec 2007 14:57:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>khalwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://khalwan.wordpress.com/2007/12/27/3/</guid>
		<description><![CDATA[SAMPAH DAN PENGELOLAAN &#160; &#160; Sampah merupakan konsekuensi dari adanya aktifitas manusia. Setiap aktifitas manusia pasti menghasilkan buangan atau sampah. Jumlah atau volume serta jenis sampah sebanding dengan tingkat konsumsi kita terhadap barang/material yang digunakan sehari-hari. Berdasarkan kamus istilah lingkungan (1994), &#8220;Sampah adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khalwan.wordpress.com&amp;blog=2331310&amp;post=3&amp;subd=khalwan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">SAMPAH DAN PENGELOLAAN</p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal">Sampah merupakan konsekuensi dari adanya aktifitas manusia. Setiap aktifitas manusia pasti menghasilkan buangan atau sampah. Jumlah atau volume serta jenis sampah sebanding dengan tingkat konsumsi kita terhadap barang/material yang digunakan sehari-hari.</p>
<p>Berdasarkan kamus istilah lingkungan (1994), &#8220;Sampah adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama dalam pembikinan atau pemakaian barang rusak atau bercacat dalam pembikinan manufaktur atau materi berkelebihan atau ditolak atau buangan&#8221;.</p>
<p>&#8220;Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis.&#8221; (Istilah Lingkungan untuk Manajemen, Ecolink, 1996).</p>
<p>&#8220;Sampah adalah sesuatu yang tidak berguna lagi, dibuang oleh pemiliknya atau pemakai semula&#8221;. (Tandjung, Dr. M.Sc., 1982)<br />
Berangkat dari pandangan tersebut sehingga sampah dapat dirumuskan sebagai bahan sisa dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Sampah yang harus dikelola tersebut meliputi sampah yang dihasilkan dari:<br />
1) rumah tangga;<br />
2) kegiatan komersial: pusat perdagangan, pasar, pertokoan, hotel, restoran, tempat<br />
hiburan;<br />
3) fasilitas sosial: rumah ibadah, asrama, rumah tahanan/penjara, rumah sakit, klinik,<br />
puskesmas;<br />
4) fasilitas umum: terminal, pelabuhan, bandara, halte kendaraan umum, taman, jalan,<br />
dan trotoar;<br />
5) industri;<br />
6) fasilitas lainnya: perkantoran, sekolah.<br />
7) hasil pembersihan saluran terbuka umum, seperti sungai, danau, pantai.</p>
<p>Secara umum, sampah padat dapat dibagi 2, yaitu sampah organik (biasa disebut sampah basah) dan sampah anorganik (sampah kering). Sampah Organik terdiri dari bahan-bahan penyusun tumbuhan dan hewan yang diambil dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan atau yang lain. Sampah ini dengan mudah diuraikan dalam proses alami. Sampah rumah tangga sebagian besar merupakan bahan organik, misalnya sampah dari dapur, sisa tepung, sayuran, kulit buah, dan daun.</p>
<p>Sampah Anorganik berasal dari sumber daya alam tak terbarui seperti mineral dan minyak bumi, atau dari proses industri. Beberapa dari bahan ini tidak terdapat di alam seperti plastik dan aluminium. Sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam, sedang sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang sangat lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga, misalnya berupa botol, botol plastik, tas plastik, dan kaleng.<br />
Kertas, koran, dan karton merupakan pengecualian. Berdasarkan asalnya, kertas, koran, dan karton termasuk sampah organik. Tetapi karena kertas, koran, dan karton dapat didaur ulang seperti sampah anorganik lain (misalnya gelas, kaleng, dan plastik), maka dimasukkan ke dalam kelompok sampah anorganik.</p>
<p>2.2 Dampak Sampah Terhadap Manusia dan Lingkungan</p>
<p>Sudah kita sadari bahwa pencemaran lingkungan akibat perindustrian maupun rumah tangga sangat merugikan manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung. Melalui kegiatan perindustrian dan teknologi diharapkan kualitas kehidupan dapat lebih ditingkatkan. Namun seringkali peningkatan teknologi juga menyebabkan dampak negatif yang tidak sedikit.</p>
<p>a. Dampak terhadap Kesehatan<br />
Lokasi dan pengelolaan sampah yang kurang memadai (pembuangan sampah yang tidak terkontrol) merupakan tempat yang cocok bagi beberapa organisme dan menarik bagi berbagai binatang seperti lalat dan anjing yang dapat menimbulkan penyakit.</p>
<p>Potensi bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan adalah sebagai berikut:<br />
• Penyakit diare, kolera, tifus menyebar dengan cepat karena virus yang berasal dari sampah dengan pengelolaan tidak tepat dapat bercampur air minum. Penyakit demam berdarah (haemorhagic fever) dapat juga meningkat dengan cepat di daerah yang pengelolaan sampahnya kurang memadai.<br />
• Penyakit jamur dapat juga menyebar (misalnya jamur kulit).<br />
• Penyakit yang dapat menyebar melalui rantai makanan. Salah satu contohnya adalah suatu penyakit yang dijangkitkan oleh cacing pita (taenia). Cacing ini sebelumnya masuk ke dalam pencernakan binatang ternak melalui makanannya yang berupa sisa makanan/sampah.<br />
• Sampah beracun: Telah dilaporkan bahwa di Jepang kira-kira 40.000 orang meninggal akibat mengkonsumsi ikan yang telah terkontaminasi oleh raksa (Hg). Raksa ini berasal dari sampah yang dibuang ke laut oleh pabrik yang memproduksi baterai dan akumulator.</p>
<p>b. Dampak terhadap Lingkungan<br />
Cairan rembesan sampah yang masuk ke dalam drainase atau sungai akan mencemari air. Berbagai organisme termasuk ikan dapat mati sehingga beberapa spesies akan lenyap, hal ini mengakibatkan berubahnya ekosistem perairan biologis.</p>
<p>Penguraian sampah yang dibuang ke dalam air akan menghasilkan asam organik dan gas-cair organik, seperti metana. Selain berbau kurang sedap, gas ini dalam konsentrasi tinggi dapat meledak.</p>
<p>c. Dampak terhadap Keadaan Sosial dan Ekonomi<br />
• Pengelolaan sampah yang kurang baik akan membentuk lingkungan yang kurang menyenangkan bagi masyarakat: bau yang tidak sedap dan pemandangan yang buruk karena sampah bertebaran dimana-mana.<br />
• Memberikan dampak negatif terhadap kepariwisataan.<br />
• Pengelolaan sampah yang tidak memadai menyebabkan rendahnya tingkat kesehatan masyarakat. Hal penting di sini adalah meningkatnya pembiayaan secara langsung (untuk mengobati orang sakit) dan pembiayaan secara tidak langsung (tidak masuk kerja, rendahnya produktivitas).<br />
• Pembuangan sampah padat ke badan air dapat menyebabkan banjir dan akan memberikan dampak bagi fasilitas pelayanan umum seperti jalan, jembatan, drainase, dan lain-lain.<br />
• Infrastruktur lain dapat juga dipengaruhi oleh pengelolaan sampah yang tidak memadai, seperti tingginya biaya yang diperlukan untuk pengolahan air. Jika sarana penampungan sampah kurang atau tidak efisien, orang akan cenderung membuang sampahnya di jalan. Hal ini mengakibatkan jalan perlu lebih sering dibersihkan dan diperbaiki.</p>
<p>2.3 Usaha Pengendalian Sampah<br />
Untuk menangani permasalahan sampah secara menyeluruh perlu dilakukan alternatif pengolahan yang benar. Teknologi landfill yang diharapkan dapat menyelesaikan masalah lingkungan akibat sampah, justru memberikan permasalahan lingkungan yang baru. Kerusakan tanah, air tanah, dan air permukaan sekitar akibat air lindi, sudah mencapai tahap yang membahayakan kesehatan masyarakat, khususnya dari segi sanitasi lingkungan.<br />
Gambaran yang paling mendasar dari penerapan teknologi lahan urug saniter (sanitary landfill) adalah kebutuhan lahan dalam jumlah yang cukup luas untuk tiap satuan volume sampah yang akan diolah. Teknologi ini memang direncanakan untuk suatu kota yang memiliki lahan dalam jumlah yang luas dan murah. Pada kenyataannya, lahan di berbagai kota besar di Indonesia dapat dikatakan sangat terbatas dan dengan harga yang tinggi pula. Dalam hal ini, penerapan lahan urug saniter sangatlah tidak sesuai.</p>
<p>Berdasarkan pertimbangan di atas, dapat diperkirakan bahwa teknologi yang paling tepat untuk pemecahan masalah di atas, adalah teknologi pemusnahan sampah yang hemat dalam penggunaan lahan. Konsep utama dalam pemusnahan sampah selaku buangan padat adalah reduksi volume secara maksimum. Salah satu teknologi yang dapat menjawab tantangan tersebut adalah teknologi pembakaran yang terkontrol atau insinerasi, dengan menggunakan insinerator. Teknologi insinerasi membutuhkan luas lahan yang lebih hemat, dan disertai dengan reduksi volume residu yang tersisa ( fly ash dan bottom ash ) dibandingkan dengan volume sampah semula.</p>
<p>Ternyata pelaksanaan teknologi ini justru lebih banyak memberikan dampak negatif terhadap lingkungan berupa pencemaran udara. Produk pembakaran yang terbentuk berupa gas buang COx, NOx, SOx, partikulat, dioksin, furan, dan logam berat yang dilepaskan ke atmosfer harus dipertimbangkan. Selain itu proses insinerator menghasilakan Dioxin yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan, misalnya kanker, sistem kekebalan, reproduksi, dan masalah pertumbuhan.<br />
Global Anti-Incenatot Alliance (GAIA) juga menyebutkan bahwa insinerator juga merupakan sumber utama pencemaran Merkuri. Merkuri merupakan racun saraf yang sangat kuat, yang mengganggu sistem motorik, sistem panca indera dan kerja sistem kesadaran.</p>
<p>Belajar dari kegagalan program pengolahan sampah di atas, maka paradigma penanganan sampah sebagai suatu produk yang tidak lagi bermanfaat dan cenderung untuk dibuang begitu saja harus diubah. Produksi Bersih (Clean Production) merupakan salah satu pendekatan untuk merancang ulang industri yang bertujuan untuk mencari cara-cara pengurangan produk-produk samping yang berbahaya, mengurangi polusi secara keseluruhan, dan menciptakan produk-produk dan limbah-limbahnya yang aman dalam kerangka siklus ekologis.</p>
<p>Prinsip-prinsip Produksi Bersih adalah prinsip-prinsip yang juga bisa diterapkan dalam keseharian, misalnya, dengan menerapkan Prinsip 4R, yaitu:<br />
1. Reduce (Mengurangi); sebisa mungkin lakukan minimalisasi barang atau material yang kita pergunakan. Semakin banyak kita menggunakan material, semakin banyak sampah yang dihasilkan.<br />
2. Re-use (Memakai kembali); sebisa mungkin pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang disposable (sekali pakai, buang). Hal ini dapat memperpanjang waktu pemakaian barang sebelum ia menjadi sampah.<br />
3. Recycle (Mendaur ulang); sebisa mungkin, barang-barang yg sudah tidak berguna lagi, bisa didaur ulang. Tidak semua barang bisa didaur ulang, namun saat ini sudah banyak industri non-formal dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain. Teknologi daur ulang, khususnya bagi sampah plastik, sampah kaca, dan sampah logam, merupakan suatu jawaban atas upaya memaksimalkan material setelah menjadi sampah, untuk dikembalikan lagi dalam siklus daur ulang material tersebut.<br />
4. Replace ( Mengganti); teliti barang yang kita pakai sehari-hari. Gantilah barang barang yang hanya bisa dipakai sekalai dengan barang yang lebih tahan lama. Juga telitilah agar kita hanya memakai barang-barang yang lebih ramah lingkungan, Misalnya, ganti kantong keresek kita dnegan keranjang bila berbelanja, dan jangan pergunakan styrofoam karena kedua bahan ini tidak bisa didegradasi secara alami.</p>
<p>Selain itu, untuk menunjang pembangunan yang berkelanjutan ( sustainable development ), saat ini mulai dikembangkan penggunaan pupuk organik yang diharapkan dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia yang harganya kian melambung. Penggunaan kompos telah terbukti mampu mempertahankan kualitas unsur hara tanah, meningkatkan waktu retensi air dalam tanah, serta mampu memelihara mikroorganisme alami tanah yang ikut berperan dalam proses adsorpsi humus oleh tanaman.</p>
<p>Penggunaan kompos sebagai produk pengolahan sampah organik juga harus diikuti dengan kebijakan dan strategi yang mendukung. Pemberian insentif bagi para petani yang hendak mengaplikasikan pertanian organik dengan menggunakan pupuk kompos, akan mendorong petani lainnya untuk menjalankan sistem pertanian organik. Kelangkaan dan makin membubungnya harga pupuk kimia saat ini, seharusnya dapat dimanfaatkan oleh pemerintah untuk mengembangkan sistem pertanian organik.</p>
<p>2.4 Peran Pemerintah dalam Menangani Sampah<br />
Dari perkembangan kehidupan masyarakat dapat disimpulkan bahwa penanganan masalah sampah tidak dapat semata-mata ditangani oleh Pemerintah Daerah (Pemerintah Kabupaten/Kota). Pada tingkat perkembangan kehidupan masyarakat dewasa ini memerlukan pergeseran pendekatan ke pendekatan sumber dan perubahan paradigma yang pada gilirannya memerlukan adanya campur tangan dari Pemerintah.</p>
<p>Pengelolaan sampah meliputi kegiatan pengurangan, pemilahan, pengumpulan, pemanfaatan, pengangkutan, pengolahan. Berangkat dari pengertian pengelolaan sampah dapat disimpulkan adanya dua aspek, yaitu penetapan kebijakan (beleid, policy) pengelolaan sampah, dan pelaksanaan pengelolaan sampah.</p>
<p>Kebijakan pengelolaan sampah harus dilakukan oleh Pemerintah Pusat karena mempunyai cakupan nasional. Kebijakan pengelolaan sampah ini meliputi :<br />
1) Penetapan instrumen kebijakan:<br />
a) instrumen regulasi: penetapan aturan kebijakan (beleidregels), undang-<br />
undang dan hukum yang jelas tentang sampah dan perusakan lingkungan<br />
b) instrumen ekonomik: penetapan instrumen ekonomi untuk mengurangi<br />
beban penanganan akhir sampah (sistem insentif dan disinsentif) dan<br />
pemberlakuan pajak bagi perusahaan yang menghasilkan sampah, serta<br />
melakukan uji dampak lingkungan<br />
2) Mendorong pengembangan upaya mengurangi (reduce), memakai kembali (re-<br />
use), dan mendaur-ulang (recycling) sampah, dan mengganti (replace);<br />
3) Pengembangan produk dan kemasan ramah lingkungan;<br />
4) Pengembangan teknologi, standar dan prosedur penanganan sampah:<br />
• Penetapan kriteria dan standar minimal penentuan lokasi penanganan<br />
akhir sampah;<br />
• penetapan lokasi pengolahan akhir sampah;<br />
• luas minimal lahan untuk lokasi pengolahan akhir sampah;<br />
• penetapan lahan penyangga.</p>
<p>Cara pengendalian sampah yang paling sederhana adalah dengan menumbuhkan kesadaran dari dalam diri untuk tidak merusak lingkungan dengan sampah. Selain itu diperlukan juga kontrol sosial budaya masyarakat untuk lebih menghargai lingkungan, walaupun kadang harus dihadapkan pada mitos tertentu. Peraturan yang tegas dari pemerintah juga sangat diharapkan karena jika tidak maka para perusak lingkungan akan terus merusak sumber daya.<br />
Menurut Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jakarta Selamet Daroyni melihat, kasus Bantar Gebang dan Leuwigajah menunjukkan belum seriusnya pemerintah menangani masalah sampah. Ketidakseriusan itu tergambar antara lain dari tidak adanya urgensi pemerintah dalam mendorong keberadaan Undang-Undang (UU) Persampahan sebagai payung hukum dalam pengelolaan sampah secara nasional. Landasan hukum pengelolaan sampah yang ada sekarang ini baru peraturan daerah (perda), yang notabene hanya berurusan dengan retribusi kalau ada yang membuang sampah sembarangan. Ide UU Persampahan itu sudah kita usulkan sejak 1995 dan kita kampanyekan lebih kencang lagi tahun 2000. Tetapi, sampai hari ini tak jelas nasibnya.<br />
Pelaksanaan Perda pun kerap terjadi pelanggaran, penyebabnya adalah karena pemerintah kurang tegas dalam menindak masyarakat yang melanggar, terutama pihak pengusaha yang menimbulkan sampah yang membahayakan lingkungan. Selain itu kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan hidupnya sangat rendah, ini berkaitan dengan pemahaman tentang agama serta tingkat kesejahteraa masyarakat. Pada negara maju, kepedulian atas kebersihan lingkungan sangat tinggi.</p>
<p>Keberadaan Undang-Undang persampahan dirasa sangat perlukan. Undang-Undang ini akan mengatur hak, kewajiban, wewenang, fungsi dan sanksi masing-masing pihak. UU juga akan mengatur soal kelembagaan yang terlibat dalam penanganan sampah. Menurut dia, tidak mungkin konsep pengelolaan sampah berjalan baik di lapangan jika secara infrastruktur tidak didukung oleh departemen-departemen yang ada dalam pemerintahan.</p>
<p>Demikian pula pengembangan sumber daya manusia (SDM). Mengubah budaya masyarakat soal sampah bukan hal gampang. Tanpa ada transformasi pengetahuan, pemahaman, kampanye yang kencang. Ini tak bisa dilakukan oleh pejabat setingkat Kepala Dinas seperti terjadi sekarang. Itu harus melibatkan dinas pendidikan dan kebudayaan, departemen agama, dan mungkin Depkominfo.<br />
Di beberapa negara, seperti Filipina, Kanada, Amerika Serikat, dan Singapura yang mengalami persoalan serupa dengan Indonesia, sedikitnya 14 departemen dilibatkan di bawah koordinasi langsung presiden atau perdana menteri.<br />
Sebagai contoh kegagalan proyek incinerator (pembakaran sampah) yang dibangun DKI, yang ternyata tidak efisien, malahan mengakibatkan pencemaran dan akhirnya ditelantarkan begitu saja karena tak sesuai dengan karakteristik sampah Jakarta.</p>
<p>Upaya yang dilakukan pemerintah dalam usaha mengatasi masalah sampah yang saat ini mendapatkan tanggapan pro dan kontra dari masyarakat adalah pemberian pajak lingkungan yang dikenakan pada setiap produk industri yang akhirnya akan menjadi sampah. Industri yang menghasilkan produk dengan kemasan, tentu akan memberikan sampah berupa kemasan setelah dikonsumsi oleh konsumen. Industri diwajibkan membayar biaya pengolahan sampah untuk setiap produk yang dihasilkan, untuk penanganan sampah dari produk tersebut.<br />
Dana yang terhimpun harus dibayarkan pada pemerintah selaku pengelola IPS untuk mengolah sampah kemasan yang dihasilkan. Pajak lingkungan ini dikenal sebagai Polluters Pay Principle. Solusi yang diterapkan dalam hal sistem penanganan sampah sangat memerlukan dukungan dan komitmen pemerintah. Tanpa kedua hal tersebut, sistem penanganan sampah tidak akan lagi berkesinambungan.</p>
<p>Tetapi dalam pelaksanaannya banyak terdapat benturan, di satu sisi, pemerintah memiliki keterbatasan pembiayaan dalam sistem penanganan sampah. Namun di sisi lain, masyarakat akan membayar biaya sosial yang tinggi akibat rendahnya kinerja sistem penanganan sampah. Sebagai contoh, akibat tidak tertanganinya sampah selama beberapa hari di Kota Bandung, tentu dapat dihitung berapa besar biaya pengelolaan lingkungan yang harus dikeluarkan akibat pencemaran udara ( akibat bau ) dan air lindi, berapa besar biaya pengobatan masyarakat karena penyakit bawaan sampah ( municipal solid waste borne disease ), hingga menurunnya tingkat produktifitas masyarakat akibat gangguan bau sampah.</p>
<p>Pemerintah berkewajiban untuk memberikan subsidi investasi dalam hal IPS dan juga sebagian subsidi biaya pengoperasian-pemeliharaan-perawatan IPS. Sebagian investasi infrastruktur dibiayai oleh pemerintah, sementara biaya pengoperasian-pemeliharaan-perawatan diserahkan pada masyarakat. Bagi suatu kebutuhan sarana dasar, seperti air minum, biaya investasi disediakan oleh pemerintah, namun biaya pengoperasian-pemeliharaan-perawatan dibebankan pada masyarakat selaku konsumen. Hal ini dikarenakan peran air minum sebagai kebutuhan dasar masyarakat ( basic needs ).</p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal">http://anafio.multiply.com/reviews/item/3</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/khalwan.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/khalwan.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khalwan.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khalwan.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khalwan.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khalwan.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/khalwan.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/khalwan.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/khalwan.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/khalwan.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khalwan.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khalwan.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khalwan.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khalwan.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khalwan.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khalwan.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khalwan.wordpress.com&amp;blog=2331310&amp;post=3&amp;subd=khalwan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khalwan.wordpress.com/2007/12/27/3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a94b85b8dd18fde3aff1933f6ba1e505?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">khalwan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SERBA-SERBI</title>
		<link>http://khalwan.wordpress.com/2007/12/15/halo-dunia/</link>
		<comments>http://khalwan.wordpress.com/2007/12/15/halo-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Dec 2007 23:55:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>khalwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Penguasa Bayangan Amerika Ditulis oleh pencintabuku di/pada Desember 8, 2007 Oleh: Stefanus AkimAmerika Serikat sebagai negara besar memiliki ambisi-ambisi besar yang ingin diraihnya. Tujuan itu juga ingin dicapai melalui kebijakan luar negeri. Kebijakan luar negeri Amerika Serikat selama dipimpin George W. Bush tidak dapat dilepaskan dari pengaruh neokonservatif (neokons) – paham konservatif baru. Pengaruh kelompok [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khalwan.wordpress.com&amp;blog=2331310&amp;post=1&amp;subd=khalwan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><a href="http://pencintabuku.wordpress.com/2007/12/08/penguasa-bayangan-amerika/" rel="bookmark" title="Taut Tetap ke Penguasa Bayangan Amerika">Penguasa Bayangan Amerika</a></h2>
<p class="date">Ditulis oleh pencintabuku di/pada Desember 8, 2007</p>
<div class="entrytext">
<div class="snap_preview"><b>Oleh: Stefanus Akim</b>Amerika Serikat sebagai negara besar memiliki ambisi-ambisi besar yang ingin diraihnya. Tujuan itu juga ingin dicapai melalui kebijakan luar negeri. Kebijakan luar negeri Amerika Serikat selama dipimpin George W. Bush tidak dapat dilepaskan dari pengaruh neokonservatif (neokons) – paham konservatif baru.<span></span></p>
<p>Pengaruh kelompok ini sangat kuat, diantaranya dengan mempengaruhi untuk menginvansi Afghanistan dan Irak. Doktrin Bush seperti dikatakan Joshua Muravchik, telah menjadi hard core kebijakan luar negeri AS.</p>
<p>Konservatisme adalah kepercayaan terhadap nilai-nilai konvensional yang telah mengakar secara tradisional dalam kehidupan masyarakat AS. Nilai yang mengakar sangat kuat itu diantaranya kebebasan.</p>
<p>Buku ini mengupas total neokons, mulai dari sejarah, perkembangan maju mundurnya, hingga pengaruh kebijakan saat presiden dipegang oleh George W. Bush, saat ini.</p>
<p>Apa itu neokons? Istilah neokons pertama kali diperkenalkan oleh Michael Harrington pada 1970-an. Harrington adalah seorang ilmuwan sosialis yang bekerja sebagai editor majalah Dissent. Istilah itu ia gunakan untuk menunjukkan suatu gerakan eksodus sekelompok individu yang semula berpaham liberal kemudian beralih menuju konservatif.</p>
<p>Kemunculannya sekitar tahun 1960-an, saat berlangsungnya pemilihan presiden AS, pada 3 November 1964. Maju sebagai presiden dari Partai Demokrat adalah pasangan Lyndon B. Johnson, sementara dari Partai Republik adalah Barry Goldwater.</p>
<p>Selama masa kampanye Johnson melontarkan janji-janji yang dasarnya tiga kata, meliputi prosperity, unity, peace. Berdasarkan ketiga hal itu ia menjual hak-hak sipil sebagai jualan kampanye. Sedangkan lawannya Goldwater, mengusung tema kekuatan nuklir dan peranannya dalam kebijakan luar negeri AS.</p>
<p>Saat masa kampanye dan pemilu berlangsung, neokons belum menampakkan kehadirannya. Namun, cikal bakal para pelopornya telah menunjukkan eksistensinya di belakang layar kampanye Johnson dan Partai Demokrat. Hanya saja, mereka belum menegaskan diri sebagai sosok neokons sebab pandangan mereka masih lebih dekat ke arah liberal.</p>
<p>Penulis juga mengutip pernyataan Samuel Francis yang menilai motivasi politik neokons digerakkan tiga hal. Terdiri dari ancaman terhadap intregritas universitas dan kehidupan intelektual AS yang dicerminkan oleh militansi generasi new left dan barbaisme counterculture pada akhir 1960-an. Ancaman terhadap pencapaian profesional dan akademik orang Yahudi yang direpresentasikan oleh kuota dan program aksi great society. Selanjutnya perkembangan serius anti Semit dan aliansi Soviet dengan teroris dan rezim Arab anti-Barat dan anti Israel.</p>
<p>Selain masuk di jajaran pemerintahan dan menguasai tampuk pimpinan dan pengambil kebijakan, mereka yang berpaham neokons juga mengelola media masa. Cara ini salah satu untuk membangun opini publik. Salah satu media massa yang paling diandalkan (tahun 1970-an) oleh kelompok ini adalah commentary.<br />
Figur-figur neokons juga bekerja di lembaga-lembaga riset, mengajar di universitas ternama, think tank ternama dan sektor-sektor lainnya. Oleh sebab itulah neokons sangat dikenal oleh publik AS sebagai sebuah gerakan intelektual.</p>
<p>Pengarang mencatat, perkembangan kelompok ini banyak dipengaruhi oleh perjalanan intelektual Irving Kristol. Pada mudanya saat masih kuliah di City Collage ia getol mempelajari karya-karya Leon Trotsky, Leo strauss, Lionel Trilling, Plato, Vladimir Lenin, King James Bible, Ronald Niebuhr dan Rosa Luxemburg.</p>
<p>Kini, neokons sudah bergerak jauh yaitu dengan berpikir secara global. Tujuannya bagaimana agar nilai-nilai itu juga dianut masyarakat internasional.</p>
<p>Selama berganti presiden, neokons juga mengalami pasang-surut. Kadang tokohnya dipakai dan dekat dengan kekuasaan, namun terkadang juga jauh dari lingkaran kekuasaan dan pengambil kebijakan. Selama presiden AS dijabat Ronald Reagen tahun 1980-an, disebut-sebut sebagai awal kejayaan neokons. Namun pada masa George H.W. Bush – bush Senior suara mereka cenderung diabaikan dalam proses pengambilan keputusan. Kondisi mereka semakin terpuruk saat Bill Clinton menjadi presiden. Pada saat itu kelompok ini tersingkir. Sebagai presiden dari Partai Demokrat yang cenderung berpaham liberal internasionalism, Clinton lebih banyak fokus pada persoalan ekonomi daripada militer dan power politics. Namun sebaliknya, saat George W. Bush berkuasa, neokons menunjukan tanda-tanda kebangkitan. Beberapa tokoh penting neokons menduduki jabatan dan pengambil kebijakan.</p>
<p>Disajikan juga 14 tokoh kunci yang memiliki peran besar dalam kesuksesan raihan cita-cita neokons, terutama pada masa Bush Junior.</p>
<p>Pengarang buku ini, A.Safril Mubah adalah seorang dosen jurusan Ilmu Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Buku ini adalah kelanjutan skripsi penulis alumni Universitas Airlangga, jurusan Hubungan Internasional yang kemudian dilakukan penambahan disana-sini hingga menjadi sebuah buku yang enak untuk dibaca dan bernas. Sangat wajar jika menggunakan pisau analisis, karena dia adalah seorang akademisi.</p>
<p>Selain aktif menjadi tenaga pengajar di UMM, penulis seperti yang dituliskannya pada bagian akhir buku ini aktif menulis artikel di berbagai media massa. Ia juga berkiprah sebagai Direktur Pusat Riset dan Kajian (PrisKa) Yayasan Roushor Fikr Jombang. Tak heran sebab sejak remaja ia sudah terbiasa berorganisasi.□</p>
<p><b>Data Buku:</b><br />
Judul : Menguak Neokons;<br />
Menyingkap Agenda Terselubung Amerika Dalam Memerangi Terorisme<br />
Pengarang : A.Safril Mubah<br />
Penerbit : Pustaka Pelajar<br />
Cetalan : Pertama, Oktober 2007<br />
Halaman : xxii + 270</p>
<p>*Edisi Cetak Borneo Tribune, 9 Desember 2007</p></div>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/khalwan.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/khalwan.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khalwan.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khalwan.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khalwan.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khalwan.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/khalwan.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/khalwan.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/khalwan.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/khalwan.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khalwan.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khalwan.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khalwan.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khalwan.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khalwan.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khalwan.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khalwan.wordpress.com&amp;blog=2331310&amp;post=1&amp;subd=khalwan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khalwan.wordpress.com/2007/12/15/halo-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a94b85b8dd18fde3aff1933f6ba1e505?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">khalwan</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
